Minggu, 20 Desember 2020

Dua Faksi

 


Oleh: Ufqil Mubin

Ada dua kelompok di media sosial yang paling “nyaring” bersuara terhadap perkembangan sosial politik di negeri ini. Satu kelompok tergolong sebagai para pendukung setia pemerintahan saat ini. Kelompok kedua terkonfirmasi sebagai “oposisi” yang mengkritik semua hal yang dilakukan oleh pemerintah.

Saya sering memantau perkembangan politik negeri ini lewat dua kelompok ini. Walau sebenarnya faksi-faksi di negara kita tak dapat disimplifikasi dengan dua pembagian kelompok tersebut. Kenyataannya, ada faksi-faksi lain yang juga tidak terafiliasi dalam dua kutub perbedaan kelompok politik tersebut. Tapi di lain kesempatan, saya akan mengulasnya. Artikel ini hanya akan membahas dua kelompok tersebut.

Barangkali sulit bagi saya—atau mungkin kita—untuk berdiri di tengah-tengah tanpa ikut dalam faksi tertentu. Setiap orang, saya yakini, tidak akan bisa “netral” dalam menanggapi isu-isu sosial-politik. Entah karena alasan apa pun. Lazimnya, setiap individu akan bergabung dalam faksi tertentu sesuai dengan latar belakangnya: paham keagamaan, kesukuan, dan sosial-politik.

Di awal-awal aktif memantau perpolitikan nasional, saya tak bisa memungkiri kecenderuan pada salah satu kelompok dari dua faksi tersebut. Meski dalam beberapa hal saya tak sependapat dengan kelompok tertentu yang saya yakini memiliki pandangan positif tersebut. Belakangan ini, dalam sejumlah bagian, perbedaan itu saya nilai menyangkut hal prinsipil.

Karena itu, saat ini, seiring masifnya informasi yang tersebar di media dan bahan bacaan yang barangkali semakin bertambah, saya memandang dua kelompok ini justru menjadi “batu sandungan” bagi kemajuan bangsa ini. Dalam beberapa bagian, mereka manarik kita pada diskursus yang tak begitu prinsipil bagi masa depan Indonesia. Keduanya saya sebut sebagai fundamentalis kanan dan fundamentalis kanan progresif—pada kesempatan lain saya akan menjelaskan dua istilah ini. (*)

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kesimpulan

Oleh: Ufqil Mubin Benar dan salah adalah proses pembuktian yang disebut kesimpulan. Sebelum terjadi konklusi, ada tahapan yang disebut “pr...