Jakarta – Kunjungan staf diplomatik Kedutaan Besar Jerman ke markas Front Pembela Islam (FPI) mengundang pro dan kontra di jagat media sosial.
Bagi mereka yang kontra, kunjungan
tersebut dinilai sebagai bagian dari intervensi pihak asing terhadap masalah
politik dalam negeri Indonesia.
Pengamat politik Indonesia,
Ridlwan mengatakan, tindakan staf diplomatik tersebut patut diduga merupakan
aksi spionase.
Sehingga Kementerian Luar Negeri (Kemlu)
Indonesia telah melayangkan protes keras.
“Dan diplomat itu layak dipulangkan,”
katanya sebagaimana dikutip dari akun Twitternya @ridlwandjogja, Senin (21/12/2020).
Sebelumnya, diplomat tersebut
berkunjung ke markas FPI di Petamburan, Jakarta. Dalihnya, bertujuan mengecek
keamanan. Karena markas organisasi yang dipimpin Habib Rizieq Shihab tersebut
berdekatan dengan Kedutaan Besar Jerman.
Ridlwan menjelaskan, Kantor Badan
Intelejen Jerman (BND) luasnya setara 36 lapangan sepak bola. Agen-agen BND
menyebar ke seluruh dunia dengan berbagai kedok, termasuk diplomat.
Ia menyebut, dua hari lalu Pemerintah
Bulgaria memulangkan diplomat Rusia yang diduga melakukan aksi spionase di
negaranya.
Pada 11 Desember lalu, Pemerintah
Belanda pun memulangkan dua diplomat Rusia yang melakukan tindakan mata-mata di
Belanda.
Ridlwan kemudian mengingatkan Menteri
Luar Negeri RI, Retno Lestari Priansari Marsudi, agar mengambil tindakan yang
sama terhadap diplomat Jerman tersebut.
“Saya kira bu @Menlu_RI bisa
bertindak keras dengan memulangkan staf diplomat Jermat yang patut diduga
melakukan tindakan spionase,” imbuhnya. (km)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar